Pengertian sejarah berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata syajaratun, yang memiliki arti pohon kayu. Pengertian pohon kayu di sini adalah adanya suatu kejadian, perkembangan atau pertumbuhan tentang sesuatu hal (peristiwa) dalam suatu kesinambungan (kontinuitas). Ilmu Sejarah sering dikaitkan dengan politik, padahal yang sesungguhnya ilmu sejarah itu memiliki arti yang cangkupannya dapat lebih luas karena berhubungan dengan kejadian masyarakat di masa lalu yang dapat dilihat dari segi ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi, antropologi, antropologi budaya, psikologi, geografi, dan ilmu ekonomi. Sehingga sejarah dan ilmu-ilmu sosial saling berkaitan dalam pembahasannya sesuai kajian dan objek yang dipelajari.
Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah
Pengertian sejarah sekarang ini, yang setelah dilihat secara umum dari para ahli ialah memiliki makna sebagai cerita, atau kejadian yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu. Kemudian, disusul oleh Depdiknas yang memberikan pengertian sejarah sebagai mata pelajaran yang menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai mengenai proses perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia dari masa lampau hingga kini (Depdiknas,2003:1).
Namun, yang jelas kata kuncinya bahwa sejarah merupakan suatu penggambaran ataupun rekonstruksi peristiwa, kisah, maupun cerita, yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu. Pada umumnya, para ahli sepakat untuk membagi peranan dan kedudukan sejarah yang terbagi atastiga hal, yakni sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu, sejarah sebagai cerita (Ismaun, 1993:277).
A. Sejarah Sebagai Peristiwa
Adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat manusia di masa lampau. Para ahli pun mengelompokkan sejarah agar dapat memudahkan kita untuk memahaminya yaitu:
a) Pembagian sejarah secara sistematis, yaitu pembagian sejarah atas beberapa tema. Contoh : sejarah sosial, politik, sejarah kebudayaan, sejarah perekonomian, sejarah agama, sejarah pendidikan, sejarah kesehatan, sejarah intelektual, dan sebagainya.
b) Pembagian sejarah berdasarkan periode waktu. Contoh: sejarah Indonesia, dimulai dari zaman prasejarah, zaman pengaruh Hindu-Buddha, zaman pengaruh Islam, zaman kekuasaan Belanda, zaman pergerakan nasional, zaman pendudukan Jepang, zaman kemerdekaan, zaman Revolusi Fisik, Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi.
c) Pembagian sejarah berdasarkan unsur ruang. Dalam sejarah regional dapat menyangkut sejarah dunia, tetapi ruang lingkupnya lebih terbatas oleh persamaan karakteristik, baik fisik maupun sosial budayanya.Contoh : Sejarah Eropa, sejarah Asia, Tenggrara, sejarah Afrika Utara,dan sebagainnya Sejarah sebagai peristiwa sering pula disebut sejarah sebagai kenyataan dan serba objektif (Ismaun, 1993:279).
B. Sejarah Sebagai Ilmu
Sejarah dikategorikan sebagai ilmu karena dalam sejarah pun memiliki “batang tubuh keilmuan” (the body of knowledge), metodologi yang spesifik. Sejarah pun memiliki struktur keilmuan tersendiri, baik dalam fakta, konsep, maupun generalisasinya (Banks,1977:211-219;Sjamsuddin, 1996:7-19). Kedudukan sejarah di dalam ilmu pengetahuan digolongkan ke dalam beberapa kelompok.
a) Ilmu Sosial,karena menjelaskan perilaku sosial. Fokus kajiannya menyangkut proses-proses sosial (pengaruh timbal balik antara kehidupan aspek sosial yang berkaitan satu sama lainnya) beserta perubahan-perubahan sosial.
b) Seni atau art. Sejarah digolongkan dalam sastra. Herodotus (484-425SM) yang digelari sebagai :Bapak Sejarah” beliaulah yang telah memulai sejarah itu sebagai cerita (story telling), dan sejak saat itu sejarah telah dimasukkan ke dalam ilmu-ilmu kemanusiaan atau humaniora (Sjamsuddin, 1996:189-190). Sejarah dikategorikan sebagai ilmu humaniora, terutama karena dalam sejarah memelihara dan merekam warisan budaya serta menafsirkan makna perkembangan umat manusia. Itulah sebabnya dalam tahap historigrafi dan eksplanasinya, sejarah memerlukan sentuhan-sentuhan estetika atau keindahan (Ismaun, 1993:282-283).
C. Sejarah Sebagai Cerita
Dalam sejarah sebagai cerita merupakan sesuatu karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Artinya, memuat unsur-unsur dari subjek, si penulis /sejarawan sebagai subjek turut serta mempengaruhi atau memberi “warna”, atau “rasa” sesuai dengan “kacamata” atau selera subjek (Kartodirdjo, 1992:62). Dilihat dari ruang lingkupnya, terutama pembagian sejarah secara tematik, Sjamsuddin (1996: 203-221) dan Burke (2000:444) mengelompokkannya dalam belasan jenis sejarah, yaitu sejarah sosial; sejarah ekonomi; sejarah kebudayaan; sejarah demografi; sejarah politik; sejarah kebudayaan rakyat; sejarah intelektual; sejarah keluarga; sejarah etnis; sejarah psikologi dan psikologi histori; sejarah pendidikan; sejarah medis.
Tujuan dan Kegunaan Sejarah
Secara rinci dan sistematis, Notosusanto (1979:4-10) mengidentifikasi empat jenis kegunaan sejarah, yakni fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi rekreasi.
1. Fungsi Edukatif . Artinya, bahwa sejarah membawa dan mengajarkan kebijaksanaan ataupun kearifan-kearifan.Hal itu dikemukakan dalam ungkapan John Seeley yang mempertautkan masa lampau dengan sekarang, we study history, so that we maybe wise before the event. Oleh karena itu, penting pula ungkapan-ungkapan, seperti belajarlah dari sejarah atau sejarah mengajarkan kepada kita.
2. Fungsi Inspiratif. Artinya, dengan mempelajari sejarah dapat memberikan inspirasi atau ilham.Dan juga, sejarah dapat memberikan spirit dan moral.Menurut spiritual Prancis Henry Bergson sebagai elan vital, yaitu sebagai energi hidup atau daya pendorong hidup yang memungkinkan segala pergerakan dalam kehidupan dan tindak tanduk manusia.
3. Fungsi Instruktif. Bahwa dengan belajar sejarah dapat berperan dalam proses pembelajaran pada salah satu kejuruan atau keterampilan tertentu, seperti navigasi, jurnalistik, senjata/militer, dan sebagainya.
4. Fungsi Rekreasi. Artinya, dengan belajar sejarah dapat memberikan rasa kesenangan maupun keindahan. Seorang pembelajar sejarah dapat terpesona oleh kisah sejarah yang mengagumkan atau menarik perhatian membaca, baik itu berupa roman maupun cerita-cerita peristiwa lainnya. Selain itu, sejarah dapat memberikan kesenangan lainnya, seperti “pesona perlawatan” yang dipaparkan dan digambarkan kepada kita melalui berbagai evidensi dan imaji. Sebab dengan mempelajari berbagai peristiwa menarik di berbagai tempat negara dan bangsa, kita ibarat berwisata ke berbagai negara di dunia.
HAKEKAT SEJARAH OLAHRAGA
Olahraga merupakan salah satu penerapan pola hidup sehat yang dapat Anda lakukan untuk menunjang kebugaran badan. Untuk sebagian orang, olahraga menjadi sebuah aktivitas yang penting dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Olahraga pada hakekatnya “merupakan bagian atau salah satu segi perikehidupan manusia yang beradab” baik “sepanjang masa“ atau “dari masa ke masa“. Sepanjang masa dapat diartikan sejarah sama panjang umurnya dengan sejarah manusia yang beradab / berbudaya.
Dari masa ke masa artinya menunjukkan bahwa fungsi dan kedudukan dari olahraga dan penilaian terhadapnya tidak selalu sama, senantiasa berubah-ubah. Perubahan itu disebabkan oleh kondisi- kondisi obyektif dan subyektif yang ada pada suatu masa, pandangan hidup dan moralitas yang berbeda, baik yang berlaku suatu masa, bangsa, negara tapi hakikatnya tidak berubah.
Hakekat sejarah olahraga terutama haruslah mempersoalkan fungsi dan kedudukan olahraga dan penilaian-penilaian terhadapnya. Perubahan itu disebabkan oleh kondisi- kondisi obyektif dan subyektif yang ada pada suatu masa, pandangan hidup dan moralitas yang berbeda, baik yang berlaku suatu masa, bangsa, negara tapi hakikatnya tidak berubah. Hakekat sejarah olahraga terutama haruslah mempersoalkan fungsi dan kedudukan olahraga dan penilaian-penilaian terhadapnya. Mencari Hakekat Olahraga Hakekat olahraga tidak berubah yang berubah adalah fungsi, kedudukan dan penilaianya, yang paling penting sebetulnya yang berubah adalah “ Sikap Manusia “ cara mengamalkan sesuai dengan pandangan hidup dan moralitasnya.
Sejarah olahraga perlu diketahui serta dipahami untuk kemudian digunakan sebagai pedoman dalam membina olahraga masa kini baik dalam maupun luar negeri. Dari sejarah olahraga didapatkan pengertian bahwa keolahragaan tidak pernah lepas dari situasi, kondisi, kebudayaan, pandangan hidup serta taraf kemajuan bangsa. Sejarah olahraga juga memberikan gambaran tentang hubungan antara pendidikan dan olahraga dalam perkembangan anak menjadi dewasa. Khususnya sejarah olahraga bangsa kuno yang akan memberikan pengertian tentang keadaan dan keterkaitan keolahragaan di tanah air kita pada masa silam, masa kini dan memungkinkan untuk masan depan.
Perkembangan Olahraga Pada Masa Prasejarah
Olahraga di dunia dimulai pada masa prasejarah. Olahraga sudah dikenal sejak zaman prasejarah meski aktivitasnya mungkin berbeda dengan olahraga yang berkembang pada saat ini. Pada zaman dahulu, olahraga hanya dijadikan sebagai cara bertahan hidup terhadap kerasnya lingkungan, baik perubahan cuaca, angin, badai, maupun serangan hewan-hewan buas.
Perkembangan Olahraga Pada Bangsa Mesir Kuno
Sudah ada kebudayaan pada tahun 5000 SM dan mencapai masa puncak jayanya mesir dipengaruhi oleh Negara-negara di sekitarnya, baik di Afrika, Asia maupun Eropa dalam hal ilmu pengetahuan dan Olahraga.
Tujuan pendidikan dan latihan fisik di sekolah-sekolah mesir kuno belum ada. Tidak ada usaha-usaha khusus dari pemerintahan pada masa itu untuk menghidupkan pendidikan jasmani dan latihan fisik di mesir kuno karena kehidupan masi sangat sederhana. Namun para masyarakat mesir kuno dengan sendirinya secara alami melakukan kegiatan fisik seperti olahraga. Olahraga renang bahkan sudah lama masyarakat kuno lakukan karena letak geografis mesir yang dibelah oleh sungai Nil, kolam renang juga sudah ada di daerah-daerah bangsawan untuk berendam orang-orang kerajaan mesir kuno.
Olahraga naik sampan juga sudah banyak dilakukan, dengan tongkat panjang orang yang naik sampan, juga ada gulat air yang di mainkan di atas sungai dengan dua orang yang saling berusaha menjatuhkan lawannya ke sungai nil, gulat, hoki, anggar dengan tongkat dan panahan sudah ada di mesir kuno, bahkan sepak bola terlihat pada lukisan-lukisan dinding di berbagai tempat di mesir kuno. Olahraga para bangsawan pada saat itu yang paling digemari adalah berburu.
Monumen untuk Faraoh menunjukkan bahwa beberapa cabang olahraga diperhatikan perkembangannya dan di pertandingkan secara berkala beberapa ribu tahun yang lampau, termasuk renang dan memancing. Ini tidaklah mengejutkan mengingat pentingnya Sungai Nil bagi kehidupan orang Mesir. Olahraga yang lain termasuk lempar lembing, loncat tinggi, dan gulat. Lagi, keberadaan olahraga yang populer menunjukkan kedekatan dengan kegiatan non-olahraga sehari-hari.
Perkembangan Olahraga Pada Bangsa Cina Kuno
Terdapat artefak dan bangunan-bangunan yang menunjukkan bahwa orang Cina berhubungan dengan kegiatan yang kita definisikan sebagai olahraga di awal tahun 4000 SM. Awal dan perkembangan dari kegiatan olahraga di Cina sepertinya berhubungan dekat dengan produksi, kerja, perang, dan hiburan pada waktu itu. Senam sepertinya merupakan olahraga yang populer di Cina zaman dulu. Tentunya sekarang juga, seperti keahlian orang Cina dalam akrobat yang terkenal secara internasional. Cina memiliki Museum Beijing yang didedikasikan untuk subjek-subjek tentang olahraga di Cina dan sejarahnya.
Pendidikan Jasmani dilakukan oleh kepala keluarga bersifat peniruan. Tahun 1122 – 249 SM, pendidikan serasi pendidikan memadukan aspek fisik dan pendidikan memadukan aspek fisik dan psikis. Pendidikan terhambat karena munculnya ajaran Taoisma, Budhisme, Confusianisme akibatnya pendidikan jasmani hanya untuk militer Latihan jasmani di kalangan militer : renang, dayung, tinju / kuntauw, mengendarai kuda, memanah, tari-tarian.Biasanya untuk memanah dan tari-tarian hanya untuk upacara resmiupacara resmiDinasti Chu (1115 SM) ada College of The East, yang mengajarkan empat hal : Upacara/ritual, Tari dan Musik, Mengendarai kereta perang untuk pemuda mulai umur 15 tahun, Upacara penerimaan kopiah dari orangtua.
Perkembangan Olahraga Pada Bangsa Yunani Kuno
Banyaknya cabang olahraga sudah ada sejak jaman Kerajaan Yunani Kuno. Gulat, Lari, Tinju, lempar lembing danlempar cakram, dan balap kereta kuda adalah olahraga yang umum. Ini menunjukkan bahwa Kebudayaan militer Yunani berpengaruh pada perkembangan olahraga mereka.Pertandingan Olimpiade diadakan setiap empat tahun sekali di Yunani. Pertandingan tidaklah diadakan hanya sebagai even olahraga saja, tetapi juga sebagai perayaan untuk kemegahan individu, kebudayaan, dan macam-macam kesenian dan juga tempat untuk menunjukkan inovasi di bidang arsitektur dan patung. Pada dasarnya, even ini adalah waktu untuk bersyukur dan menyembah para Dewa-Dewa kepercayaan Yunani. Nama even ini diambil dari Gunung Olympus, tempat suci yang dianggap tempat hidupnya para dewa. Gencatan senjata dinyatakan selama Pertandingan Olimpiade, seperti aksi militer dan eksekusi untuk publik ditangguhkan. Ini dilakukan agar orang-orang dapat merayakan dengan damai dan berkompetisi dalam suasana yang berbudaya dan saling menghargai.
Athena terletak di timur yunani,merupakan polis yang paling menarik, paling bebas dan paling makmur diantara polis-polis yang lain. Athena mencapai puncaknya saat pemerintahan PERICLES(461-429 SM). Pendidikan di Athena bersifat liberal, individual dan demokratis yang menuju pada EPHEBE Athena, yaitu warga uang harmonis, sehat dan kuat, cerdas otaknya, serta luhur budi pekertinya.
Semua masyarakat Athena mendapatkan pendidikan sesuai dengan kedudukanya di masyarakat. Orang kaya dan bangsawan harus belajar ilmu pengetahuan dan kebudayaan, sedangkan orang miskin diajarkan bertani dan kerajinan tangan, demikian juga anak-anak diajari membaca, menulis dan berenang. Saat berumur 7 tahun anak-anak mendapatkan pendidikan seperti : Membaca, berhitung, dan menghafal sajak-sajak, serta belajar menyanyi. Umur antara 14-18 tahun baru di beri latihan jasmani yaitu berupa senam. setelah umur 20 tahun mereka baru diakui sebagai warga Negara penuh yang berhak dan berkewajiban seperti orang dewasa. Latihan – latihan jasmani untuk anak-anak orang yang kaya dilakukan di GYMNASIUM,yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada otot-otot tubuh dapat berkembang dengan sebaik baiknya tanpa halangan.
Untuk menghormati dan memuja para dewa,maka bangsa yunani melakukkan suatu pesta,yan suatu pesta,yaitu :
1. Olympia
Pesta ini diadakan tiap 4 tahun sekali digunung Olyimpus untuk menghormati dewa ZEUS.pesta ini hanya berlangsung 5 hari, namun orang-orang yunani memandang sebagai sesuatu yang agung.pesta Olyimpia memperlombakan lari,lompat jauh,lompat tinggi dan lempar cakram, serta lomba mengubah music,dan meniup trompet. Para pemenang di setiap lomba menerima mahkota dari daun salam dan juga disini cabang olahraga yang terkenal adalah marathon.
2. Phytia
Awalnya pesta ini pesta musik untuk menghormati dewa APOLLO di (dewa cahaya dan kebenaran).kemudian ditambah dengan pesta olahraga.olahraga yang paling menonjol adalah pacuan kuda dan perlombaan kereta.
3. Isthmia
Perlombaan atau pertandingan yaitu berkuda, bersampang dan music, yang tujuanya untuk menghormati dewa POSEIDON (dewa laut). Cabang olahraga yang lainya adalah main bola angkat besi,tinju,gulat,pertarungan antara gladiator dan perkelahian antara manusia dengan binatang.
4. Nemea
Pesta ini bertujuan untuk menghormati dewa HERA (istri dewa ZEUS).dan cabang yang diperlombakan hampir sama dengan pesta Isthmia.
Perkembangan Olahraga Pada Bangsa Romawi Kuno
Romawi adalah suatu Negara republic yang independen. Negara romawi dengan system pemerintahan OLIGHARKI LIBERAL, membagi penduduk menjadi dua golongan , yaitu :
A. Kelompok Aristokrat kaya (patricia) yang di anggap sebagai warga Negara yang penuh dan yang bercahaya menjadi pimpinan dibidang militer dan politik.
B. Kaum Peblea, yaitu terdiri sebagian besar penduduk di anggap sebagai warga Negara secara tidak penuh, tetapi mereka masih memperoleh pengakuan hak positif dan perkenankan untuk mengumpulkan kekayaan. Bangsa romawi peradaban yang merupakan perpaduan antara peradapan atau kebudayaan yunani kuno dengan peradapan timur.
Di bidang organisasi militer, pemerintah, hukum dan tehnik, bangsa romawi memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi dari bangsa manapun dari masa itu. Di bidang militer romawi memiliki disiplin tinggi serta organisasi yang baik. Pendidikan kemiliteran sangat mengutamakan kebranian , kesetiaan serta dedikasi yang tinggi pada Negara.
Di usia sampai 15 tahun pendidikan menjadi tanggung jawab keluarga,yaitu ibu dan ayah. ibu mengajarkan sopan santun, berpakaian dan membersihkan diri. Pendidikan yang diberikan ibu merupakan bagian yang berhubungan dengan kebutuhan praktisi untuk kehidupan sehari hari dan bertujuan untuk di persiapkan anak mampu menerima pendidikan berikutnya.pendidikan berikutnya merupakan tanggung jawab ayah untuk mengajarkan membaca, berhitung, menulis, berenang dan menggunakan senjata, serta undang-undang pemerintahan.
Di usia 15-17 tahun anak-anak bangsa romawi harus mempelajari beberapa pengetahuan antara lain undang-undang pertama Roma yang tertulis yang berlaku dimasyarakat, juga harus menguasai syair-syair serta sejarah kepahlawanan. Pada usia 18 tahun semua anak laki-laki harus masuk asrama militer untuk di latih dan di bina ketrampilan berperang. Sebelum memasuki masa dewasa dan pemuda-pemuda diajari politik dengan mengikuti sidang-sidang SENAT. Pada usia 20 tahun mereka diakui sebagai warga Negara dewasa yang berkewajiban dan mempunyai hak dalam semua bidang kehidupan bernegara. Olahraga yang popular dimasyarakat adalah HARPASTUM (main bola) dan angkat besi.juga mereka menggemari tontonan yang berupa tinju, PANCRATION (gabungan tinju dan gulat), gladiator dan perkelahian antara manusia dengan binatang. Masyarakat romawi sangat memuji muji para pemenang dalam pertandingan dan perkelahian itu.
Perkembangan Olahraga Bangsa India Kuno
Dimulai sekitar tahun 4000 SM sebelum datang bangsa Arya. Peradaban Indus yang bercirikan filosofis, religius dan pelamun, sehingga kegiatan jasmani kurang. Pendidikan mempunyai tujuan : Pendidikan mempunyai tujuan :1.Religius : kaum wanita tari-tarian, kaum pria yoga, 2.Kesehatan : pend. Dan latihan berupa pernafasan, puasa, 3.Militer : berupa panahan, anggar, lasso, lembing, senjata, mengendarai kuda, dan gajah.
Sejarah olahraga India memang sudah ada sejak zaman Weda. Budaya permainan fisik & olahraga di India kuno diketahui dipengaruhi oleh kepercayaan agama. Seperti mantra yang disebutkan dalam Atharvaveda, kitab suci Veda keempat dari Hinduisme, menyatakan, 'Tugas ada di tangan kanan saya dan buah kemenangan di tangan kiri saya'. Mantra Weda ini serupa dalam konteksnya dengan Sumpah Olimpiade tradisional, 'Untuk kehormatan negaraku dan Kemuliaan Olahraga'.
Perkembangan Olahraga Bangsa Persia Kuno
Bangsa yang juga dikenal dengan Arya Persia Negara dibatasi oleh laut Kaspia dan teluk Persia, dengan kondisi geografis yang berjurang, berbukit serta iklim yang mudah berjurang, serta iklim yang mudah berubah-ubah menjadikan bangsa yang kuat, agresif dan militan. Aktivitas jasmani lebih diperuntukan golongan militer. Pola Pendidikan Usia 7- 15 tahun anak-anak milik negara pendidikan dasar, pendidikan jasmani, dan pendidikan militer, yang bertempat di istana atau rumah para pembesar kerajaan atau rumah para pembesar kerajaan. Usia diatas 15 tahun mulai dinas militer atau pemerintahan.
Pada Pendidikan Dasar sudah diberikan ketrampilan berkuda, panahan, lari jarak dekat dan jauh, menahan lapar, melompati parit, renang di sungai. Selain diatas pendidikan untuk bersikap / berperilaku yang baik dan bicara jujur. Berkembang juga tari-tarian berbentuk olahraga yang dilakukan oleh masyarakat. Olahraga rekreasi yang dilakukan adalah berburu. Sementara, olahraga pada zaman Persia kuno seperti seni bela diri tradisional Iran Zourkhaneh memiliki hubungan dekat dengan keterampilan perang. Di antara olahraga lainnya yang berasal dari zaman Persia kuno adalah polo dan jousting.
Demikianlah artikel singkat mengenai sejarah olahraga
DAFTAR PUSTAKA
Supardan, Dadang.2007.Pengantar Ilmu Sosial.Bandung: PT Bumi Aksara
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197210242001121-BAGJA_WALUYA/PIS/Konsep_Dasar_Sejarah.pdf
http://staffnew.uny.ac.id/upload/131118080/pendidikan/SEJARAH+OLAHRAGA.pdf
https://kuliahpendor.blogspot.com/2015/10/sejarah-olahraga.html
http://dwihatd.blogspot.com/2017/03/makalah-sejarah-olahraga.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar