1. Jelaskan Mengapa Olahraga Membutuhkan Manajemen? Jelaskan & Berikan Contohnya!
Jawaban :
Pentingnya
sebuah manajemen diterapkan di dalam sebuah organisasi, karena pada dasarnya
kemampuan manusia itu terbatas (fisik, pengetahuan, waktu, dan perhatian)
sedangkan kebutuhannya tidak terbatas. Usaha untuk memenuhi kebutuhan dan
terbatasnya kemampuan dalam melakukan pekerjaan mendorong manusia membagi
pekerjaan, tugas dan tanggung jawab. Dengan adanya pembagian kerja, tugas, dan
tanggung jawab ini maka pekerjaan yang berat dan sulit akan dapat diselesaikan
dengan baik serta tujuan dapat tercapai.
Menurut T. Hani Handoko (2003: 8) Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya, agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Manajeman olahraga adalah sebagai suatu kombinasi keterampilan yang berhubungan dengan perencanan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, penganggaran, dan evaluasi dalam konteks suatu organisasi yang memiliki produk utama yang berkaitan dengan olahraga atau kegiatan fisik.
Pengelolaan keolahragaan tidak dapat dilepaskan dari suatu manajemen, karena dengan manajemen organisasi yang baik akan ada perencanaan yang baik dan pelaksanaan yang baik sehingga dapat menghasilkan suatu hasil yang optimal sesuai dengan yang diharapkan. Dengan telah berkembangnya olahraga (olahraga pendidikan, rekreasi, prestasi, kebudayaan tubuh, gimnologi, kinesiologi, sport dan-lain-lain), maka olahraga telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, sebagaimana manajemen juga telah menjadi ilmu yang juga dipelajari di perguruan tinggi. Oleh karena itu, disiplin ilmu manajemen telah bertautan dengan disiplin ilmu olahraga membentuk interdisplin baru yang disebut manajemen olahraga. Mengapa Olahraga membutuhkan manajemen? Karena dengan manajemen yang baik tentu semua dapat dikendalikan dan berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai baik itu secara individu maupun organisasi. Kita dapat lihat dari pengertian di atas dimana dalam manajemen ada suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, serta adanya kepemimpinan, pengendalian, penganggaran, dan evaluasi dalam konteks suatu organisasi yang memiliki produk utama yang berkaitan dengan olahraga atau kegiatan fisik.
Oleh diri sendiri misalnya:
Kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki dalam:
- merencanakan,
- mengorganisasikan,
- melaksanakan,
- menilai,
- mengakomodasi umpan-balik,
- serta mengembangkan program-program kegiatan olahraga di sekolah.
Bersama dan melalui orang lain misalnya:
- kepala sekolah,
- guru-guru di sekolah dan di luar sekolah,
- para siswa,
- staf administrasi,
- orang tua siswa,
- pengawas,
- organisasi olahraga di sekolah dan luar sekolah,
- Pemerintah daerah, dll.
Semuanya itu untuk mencapai suatu tujuan. Selama proses yang diawali dari perencanaan, pelaksanaan, hasil, serta dampak yang diperoleh merupakan umpan balik bagi individu atau kelompok yang melakukan olahraga, guru penjas sebagai pengelola, kepala sekolah sebagai penanggung jawab keseluruhan. Hal-hal yang lemah atau salah selama proses memenej kegiatan olahraga di sekolah perlu dianalisis dan dicari alternatif perbaikan atau pemecahannya agar selanjutnya tidak terulang lagi. Hal-hal yang telah baik perlu dipertahankan atau ditingkatkan ke arah yang lebih baik.
Sebagai output akan menghasilkan tujuan manajemen pendidikan jasmani dan olahraga, yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak, baik dalam aspek fisik, mental, sosial, emosional dan moral yang dalam proses kegiatannya terdapat perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian/pengawasan secara sistematis, efesien dan efektif.
Contoh yang ke-2 yaitu manajemen event (pesta olahraga) dimana melibatkan organisasi yang lebih besar lagi, yaitu manajemen yang dilaksanakan dalam berbagai macam event atau peristiwa pesta olahraga seperti Porseni, PORDA, PON, SEA Games, Asian Games, Olimpiade dan event lainnya.
Manajemen even dapat didefinisikan sebagai mengorganisir sebuah event yang dikelola secara professional, sistematis, efisien dan efektif yang kegiatannya meliputi dari konsep (perencanaan) sampai dengan pelaksanaan hingga pengawasan.
Prinsip dalam membuat event (W+H)
- Why : Alasan event itu dibuat
- What : Apa bentuk event itu
- Where : Dimana akan dilaksanakan
- When : Kapan dan berapa lama event tersebut dilaksanakan
- Who : Siapa saja yang akan terlibat dalam event tersebut
- How : Bagaimana cara melaksanakannya
Perencanaan Sebuah Event
Perlu melakukan penelitian awal mengenai kelayakan dari suatu event termasuk di dalam mengenai besarnya anggaran dan minat dari masyarakat terhadap event tersebut. Sesuai Target konsumen dari Event yang digelar dan mampu berinteraksi dengan audience. Harus bisa menciptakan experience.Berbasis Kreatifitas, inovasi dan original.
Suksesnya pelaksanaan penyelenggaraan multieven memerlukan perencanaan yang sangat matang karena akan menggunakan jaringan sistem yang sangat komprehensif, dan memerlukan kerjasama yang sangat erat antar bidang yang saling terkait di dalamnya. Konsep dasar manajemen terutama manajamen olahraga dari perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, penganggaran, dan evaluasi dalam organisasi dengan produk utama berkaitan dengan olahraga dilaksanakan secara matang agar event yang diselenggarakan berjalan dengan baik dan sukses. Sedang event didefinisikan sebagai kegiatan yang melibatkan manusia lebih dari satu, direncanakan, dipublikasikan, pelaksanaan pada waktu tertentu, yang memiliki tujuan menyenangkan, merayakan, menghibur sekelompok orang.
Bayangkan jika event sekelas Asean Games jika tidak diselenggarakan tanpa memakai prinsip ilmu manajemen.
2. Bagaimana Pemahaman Anda Sebagai Insan Olahraga Tentang Industri Olahraga, Berikan Pendapat & Berikan Contohnya Pada Olahraga Profesional!
Jawaban
Berdasarkan apa yang saya lihat bahwa dunia olahraga selalu berkembang, mengapa saya katakan demikian, saya ambil contoh dari sepakbola. Sebagai salah satu penggemar sepakbola saya mengamati adanya pergeseran yang kental dengan industri. Dahulu, terutama di liga-liga top eropa pemilik klub yang biasa di sebut presiden klub dimiliki oleh putra daerah terutama dari kalangan pengusaha dan merupakan suatu kebanggaan bahwa klub lokal dimiliki oleh pengusaha lokal. Pada era saat ini, banyak klub yang diakuisisi pihak asing yang memiliki modal besar, kita ambil contoh misalakan klub prancis Paris Sain Germain yang dibeli seorang pengusaha Qatar dan merupakan ketua beIN Media Group, ketua Qatar Sports Investments yaitu Nasser Al Khelaifi atau di Inggris ada Manchester City yang dimiliki Mansour bin Zayed Al-Nahyan , seorang syekh dari sebuah grup investasi di Abu Dhabi, bahkan klub seperti Leicester City dimiliki oleh mendiang Miliarder Thailand Vichai Srivaddhanaprabha, serta yang terbaru adalah Newcastle United, klub ini dibeli Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman dan banyak lagi klub lainnya.
Dengan kondisi seperti itu jelas membuat klub sepakbola tersebut menjadi diperhitungkan dalam perburuan gelar kompetisi yang diikuti karena pastinya klub dapat mendatangkan pemain-pemain top yang berharga tinggi dan bergaji super mahal. Apakah hanya prestasi yang dicari, tentunya tidak demikian karena dengan latarbelakang sebagai penguasa atau pebisnis tentunya mereka sedang mengembangkan sayap-sayap kerajaan bisnis mereka melalui industri sepakbola dimana tentunya negara asal menjadi target pasar mereka dan kawasan sekitarnya. Pembangunan kembali satadion dengan kapasitas yang besar (tidak hanya untuk pertandingan tetapi bisa disewakan untuk konser musik dan lai-lain), penjualan tiket, jersey dan pernak-pernik lain yang berhubungan dengan klub menjadi daya tarik bagi para penggemar. Tidak ayal media sosial juga menjadi lahan bisnis untuk mereka terutama di era digital saat ini. Bahkan ada beberapa klub juga membuat aplikasi agar para penggemar mereka merasa dekat dengan klub dan selalu mendapat kabar terbaru seputaran pemain dan klub kesayangannya. Salah satu contohnya klub besar AC Milan yang memiliki aplikasi bagi pengguna android maupu iOS yaitu AC Milan Official App. Pada aplikasi tersebut juga disediakan online store untuk jual beli merchandise klub, kebetulan saya banyak tahu karena memiliki aplikasi tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan pada klub kesayangan.
Jadi secara garis besar melalui contoh sepakbola sebagai olahraga terpopuler di dunia dapat dikatakan dan disimpulkan perkembangan dunia olahraga sudah sampai pada tahap industri. Indikatornya adalah dengan makin banyaknya produk berupa sepatu olahraga, baju olahraga, peralatan olahraga dan sebagainya yang berdedar di masyarakat. Tidak hanya berlaku di sepakbola tapi olahraga secara umum. Lalu apa sih sebenarnya pengertian dari industri olahraga itu? Dan apa saja yang mencangkup di dalamnya?.
Olahraga menurut Matveyev (1981) dalam Husdarta (2010: 133), bahwa olahraga merupakan kegiatan otot yang energik dan dalam kegiatan itu atlet memperagakan kemampuan geraknya dan kemauanya semaksimal mungkin.
Menurut UU No. 3 tahun 2004, industri adalah seluruh bentuk dari kegiatan ekonomi yang mengelola bahan baku dana tau memanfaatkan sumber daya industri, sehingga dapatmenghasilkan barang yang memiliki nilai tambah atau termasuk juga jasa.
Industri Olahraga merupakan proses mengolah barang dan jasa menjadi barang jadi ataupun setengah jadi dalam bidang olah raga dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa bidang industri terbagi menjadi dua yaitu industri barang dan industri jasa. Begitupun dengan industri olahraga, diamana hasil akhir atau produk yang dihasilkan bisa berupa barang maupun jasa. Industri barang dalam cakupan bidang olahraga diantaranya adalah pembuatan alat-alat olahraga, penjualan perlengkapan olahraga seperti sepatu, baju, aksesories dan sebagainya. Sedangkan industri jasa dalam bidang olahraga seperti pembuatan sekolah olahraga seperti akademi futsal, bola basket dan sebagainya, pengadaan event olahraga, penyewaan sarana olahraga dan sebagainya. Undang-undang RI No 30 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 79 ayat 1 dan 2 dijelaskan bahwa industri olahraga meliputi:
1. Sarana dan prasarana yang diproduksi, diperjualbelikan atau disewakan.
2. Jasa penjualan kegiatan cabang olahraga sebagai produk utama yang dikemas secara professional yang meliputi:
- Kejuaraan nasional dan internasional
- Pekan olahraga daerah, wilayah, nasional dan internasional
- Keagenan, layanan informasi dan konsultasi olahraga
Bentuk industri olahraga di Indonesia menurut Pasal 79 ayat 4 UU Sistem Keolahragaan Nasional No 3 Tahun 2005 adalah badan usaha. Yang mana mereka harus tetap memperhatikan tujuan keolahragaan nasional dan prinsip penyelenggaraan keolahragaan, hal ini sesuai dengan pasal 78 UU Sistem Keolahragaan Nasional Republik Indonesia No 3 Tahun 2005. Adapun tujuan nasional keolahragaan adalah:
- Memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia.
- Menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas dan disiplin.
- Mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa.
- Memperkukuh ketahanan nasional.
- Mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa.
UPAYA MENINGKATKAN INDUSTRI OLAHRAGA
Industri olahraga merupakan industri yang dapat berlangsung seumur hidup, karena semakin tingginya kepedulian manusia terhadap pola hidup sehat. Hal ini berimbas pada permintaan barang atau jasa dibidang olahraga pasti akan berlangsung seumur hidup juga.
Secara sederhana industri barang bisa diilustrasikan sebagai berikut. Seseorang demi menjalani pola hidup sehat akan melakukan jogging, pada saat melakukan jogging otomatis minimal akan menggunakan pakaian olahraga, sepatu olahraga dan kaos kaki, oleh karena itu selama masih banyak orang yang melakukan jogging pasti masih aka nada permintaan barang berupa baju olahraga, sepatu olahraga maupun kaos kaki.
Industri jasa contohnya adalah persewaan sarana olahraga misalnya penyewaan lapangan futsal. Persewaan futsal masih menjadi industri di bidang olahraga yang menguntungkan dan memiliki prospek yang baik kedepannya. Hal ini dikarenakan lahan terbuka yang semakin sempit dan fasilitas umum untuk berolahraga futsal yang semakin sedikit dan ditambah faktor perkembangan olahraga futsal yang baik di Indonesia. Karena industri olahraga merupakan industri yang memiliki prospek yang baik kedepannya maka perlu dilakukan upaya-upaya agar dapat mengoptimalkan hasil di industri futsal.
Contoh Industri Olahraga Profesional
Contoh industri olahraga profesional bukan hanya terjadi saat sarana dan prasarana yang diproduksi, diperjualbelikan atau disewakan seperti yang telah dijabarkan sebelumnya melalui contoh klub sepakbola atau bahkan cabang olahraga lain. Industri olahraga juga dapat terjadi melalui jasa penjualan kegiatan cabang olahraga sebagai produk utama yang dikemas secara professional, seperti contonya pergelaran pesta olahraga Asian Games. Indonesia ditunjuk menjadi penyelenggara Asian Games XVIII pada tahun 2018 menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri karena kesulitan dana. Tumbuh harapan yang kuat untuk menggapai sukses seperti ketika menjadi tuan rumah Asian Games IV pada tahun 1962. Meskipun demikian, Indonesia harus realistis dengan segala potensi dan kemampuan yang dimiliki pada saat ini. Tuntutan utama masyarakat adalah para atlet Indonesia dapat berprestasi lebih baik daripada prestasi yang dicapai dalam Asian Games sebelumnya. Capaian lain yang menjadi harapan masyarakat adalah Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang baik. Asian Games XVIII pada tahun 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang diharapkan juga dapat memberdayakan industri olahraga di Indonesia. Melalui pesta olahraga empat tahunan ini, industri yang lain, seperti perhotelan, transportasi, makanan/minuman, telekomunikasi, pariwisata dan hiburan, perbankan, konsultasi, kesehatan, dan sarana-prasarana dapat meningkatkan eksistensinya dengan menjual produk, jasa, dsb. Berkembangnya industri olahraga nasional akan mendorong tumbuhnya industri dan ekonomi nasional yang pada gilirannya dapat menyejahterakan masyarakat. Pembangunan industri olahraga diharapkan sekali dapat membantu mengeliminasi persoalan pembinaan olahraga di Indonesia terutama yang berkaitan dengan masalah pendanaan. Dapat dimaklumi bahwa anggaran yang berasal dari pemerintah jumlahnya sangat terbatas dan itu dirasakan sering menjadi kendala dalam proses pembinaaan olahraga.
Cakupan industri olahraga Industri olahraga mencakup berbagai bentuk kegiatan maupun produk barang/jasa yang sangat luas. Dalam buku Contemporary Sport Management (2018), terdapat tiga pendekatan dalam melihat cakupan bagi industri olahraga, yakni dari sisi jenis olahraga, setting aktivitas olahraga, maupun model segmen industri olahraga. Industri olahraga dapat dijalankan di berbagai jenis olahraga, mulai dari olahraga tradisional, olahraga ekstrem, hingga esports. Dari sisi setting aktivitas olahraga, industri olahraga mencakup berbagai setting kegiatan olahraga. Terdapat lebih dari 1.400 daftar hal-hal yang berhubungan dengan olahraga yang dapat dimasuki oleh industri olahraga, mulai dari cabang olahraga khusus, olahraga multievent, olahraga kampus, media, sponsor olahraga, layanan profesional, fasilitas, produsen dan penjual, event, pertemuan, hingga pameran olahraga.
3. Kita Mengetahui Industri Olahraga Moderen Seperti Sepak Bola, Badminton / Bulu Tangkis, Karate, Takwondo, Pencak Silat, Bagaimana Potensi Olahraga Tradisional Saat Ini, Agar Memiliki Nilai Jual Dan Peluang Menjadi Industri Olahraga, Jelaskan & Berikan Contohnya!
JAWABAN
Indonesia memiliki potensi yang cukup baik dalam industri olahraga moderen. Cabang olahraga di Indonesia yang mampu menyedot
penonton, menghasilkan keuntungan bagi penyelenggaran, hingga berkontribusi
bagi ekonomi nasional masih didominasi oleh sepak bola. Setiap event sepak
bola, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional, tidak pernah sepi
penonton. Lalu bagaimana dengan olahraga tradisional saat ini?
Indonesia merupakan negara yang memiliki ribuan budaya yang tersebar di seluruh pelosok negerinya. Macam-macam budaya yang ada di Indonesia membuat keberagaman suku dan adat istiadat. Corak dan keberagaman dari budaya Indonesia salah satunya tercermin dari olahraga tradisional yang lahir dalam masyarakat. Tiap budaya memiliki jenis olahraga tradisional yang beragam dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Salah satu potensi yang dimiliki adalah pengambangan dalam sektor industri olahraga. Pencak Dor adalah salah satu olahraga tradisional yang memiliki kemampuan untuk menarik partisipan hingga ribuan orang. Dengan manajemen kegiatan yang baik, bukan tidak mungkin Pencak Dor menjadi sebuah olahraga yang dipertandingkan dalam tingkat nasional.
Tujuan akhir dari pembangunan daerah adalah kesejahteraan masyarakat daerah. Potensi yang dimiliki oleh daerah dapat memiliki berbagai bentuk, salah satu contohnya di Kediri adalah Pencak Dor. Pencak Dor memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah industri olahraga daerah. Setiap acara ini digelar, tidak kurang ada ribuan masyarakat yang datang dan menyaksikan pagelaran ini.
Pencak Dor memiliki potensi ekonomi dan potensi wisata apabila dikembangkan dengan baik. Potensi ekonomi suatu daerah dapat dikembangkan melalui berbagai hal. Rusdarti (2010) menyatakan bahwa pengembangan potensi ekonomi daerah dapat dilaksanakan salah satunya menggunakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pencak Dor sendiri merupakan seni tradisi asli masyarakat Kediri. Seni tradisi yang hanya ada di masyarakat Kediri ini memiliki kempuan pengembangan UKM daerah Kediri. Sektor pariwisata merupakan industri yang digerakan oleh pasar. Untuk memasarkan produk wisata tersebut diperlukan adanya keterlibatan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan wisata mulai dari pengelola wisata, pemerintah, dan masyarakat.
Meskipun termasuk olahraga tradisional yang belum secara resmi diakui oleh pemerintah, namun Pencak Dor tetap memiliki atribut khusus yang digunakan selama pertandingan. Terdapat dua atribut khusus yang ada dalam olahraga Pencak Dor, yaitu genjot dan tabuhan jedor. Genjot merupakan sebuah panggung yang konstruksinya terdiri dari bambu yang disusun menyerupai ring tinju. Saat ini konstruksi genjot menjadi lebih modern dengan menggunakan struktur dasar dari besi. Sedangkan pembatas yang mengelilinginya masih terbuat dari bambu. Hal ini bertujuan untuk alasan keamanan dengan tetap menjaga tradisi yang digunakan sejak dulu.
Meskipun tampak sederhana, dengan konstruksi yang lebih modern genjot yang digunakan mampu menahan beban yang cukup berat dari petarung di atasnya. Bahkan tidak jarang banyak petarung yang belum waktunya bertarung sudah ikut naik ke atas genjot. Selain genjot, digunakan pula tabuhan jedor yang mengiringi pada tiap pertandingan. Jedor merupakan istilah yang melatar belakangi munculnya istilah Pencak Dor. Sebenarnya jedor merupakan iringan dari musik hadrah yang melantunkan shalawat badar selama pertandingan. Ini merupakan tradisi yang telah ada sejak munculnya Pencak Dor. Iringan musik dari jedor berasal dari bermacam-macam alat musik, diantaranya adalah kendang, gong, dan bedug. Jedor berada di atas selasar khusus yang terpisah dari arena, namun tetap dekat dengan arena. Pada selasar tersebut juga terdapat pemandu acara yang selalu mengomentari jalannya pertandingan.
Saat ini memang Pencak Dor masih belum menjadi sebuah pertandingan yang secara resmi diakui oleh pemerintah. Pencak Dor masih berada di bawah naungan pihak pengelola paguyuban pelestari yang masih belum resmi. Namun saat ini sudah dilakukan berbagai upaya agar Pencak Dor menjadi sebuah olahraga yang diakui keberadaanya oleh pemerintah secara resmi. Apabila Pencak Dor telah resmi diakui oleh pemerintah, maka akan terdapat dampak yang besar terhadap seluruh partisipan dari Pencak Dor. Selain bagi partisipan, peremian Pencak Dor akan memberikan pengaruh terhadap kota Kediri. Karena secara tidak langsung Pencak Dor akan menambah PAD kota Kediri.
Jumlah penonton yang datang untuk menyaksikan pencak dor tiap tahun semakin bertambah. Penoton yang datang berasal dari berbagai golongan masyarakat. Ada yang datang khusus dengan rombongannya dengan menaiki truk bak terbuka bersama-sama. Umumnya golongan ini berasal dari sebuah perguruan silat tertentu yang sengaja datang untuk turut serta berpartisipasi dalam pertandingan. Selain dari sebuah perguruan tertentu, ada pula warga satu desa yang datang bersama-sama dengan menyewa truk agar bisa datang secara bersama-sama. Kadang-kadang ada juga penonton yang datang dari luar kota. Mereka jauh datang dari luar kota untuk melihat jalannya Pencak Dor karena mereka merupakan pengamat atau penikmat budaya.
PEMBAHASAN
Pencak Dor merupakan salah satu jenis olahraga tradisional yang lahir ditengah masyarakat. Lahir di tengah masyarakat membuat Pencak Dor dengan mudah diterima oleh masyarakat. Pencak dor merupakan adat istiadat yang lahir di tengah masyarakat. Adat istiadat yang lahir di tengahmasyarakat begitu kuat, sehingga sulit dilepaskan oleh masyarakat (Nasir, 2014). Kuatnya ikatan antara masyarakat dengan adat budaya ini memberikan dampak banyaknya masyarakat yang datang untuk berpartisipasi dalam Pencak Dor. Ramainya pengunjung dan peserta Pencak Dor memunculkan potensi industri olahraga di sektor ekonomi dan pariwisata.
Sektor ekonomi yang muncul dengan adanya Pencak Dor dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat. Masyarakat yang kesehariannya merupakan penjual jajanan atau lebih dikenal dengan PKL banyak yang membuka lapak di sekitar pagelaran ini. PKL memilih lokasi yang banyak dikunjungi oleh khalayak ramai untuk membuka lapak (Susilo, 2011). Selain itu rendahnya harga sewa juga mempengaruhi pola pemilihan lokasi berjualan. Penggunaan lokasi baru dengan harga sewa yang tinggi memberatkan pedagang untuk berkembang (Kasrimadi, 2015). Sedangkan pada pagelaran Pencak Dor harga sewa yang ditarik tidak begitu tinggi, dan jumlah masyarakat yag datang begitu ramai. Ini tentu hal yang diinginkan oleh para PKL. Namun ada dampak negatif dari kebijakan ini, yaitu kurang bersihnya lokasi setelah selesai acara. Minimnya pengetahuan dan rendahnya sikap masyarakat terkait kebersihan lingkungan merupakan penyebab kurang bersihnya lokasi (Nazzarudin, 2014). Kebanyakan PKL tidak menyediakan tempat khusus untuk area makan dan pembuangan sampah makanan. Ini semakin memperparah sikap masyarakat yang kurang peduli lingkungan. Pengelolaan yang baik dari panitia diperlukan agar antara panitia dan PKL bisa bekerja sama dalam menjaga kebersihan.
Tidak dapat dipungkiri, Pencak Dor juga mengalami modernisasi. Berbagai perubahan terjadi dalam beberapa aspek yang ada dalam Pencak Dor. Apabila tidak ada kontrol terhadap modernisasi, maka unsur budaya yang dalam Pencak Dor akan mulai luntur dan menghilang. Azali (2012) yang meneliti tentang ludruk mengatakan bahwa perlu dilakukan sinergi dan kolaborasi yang aktif, berorientasi panjang, dan berkelanjutan antara pelaku, penikmat (publik), peminat bisnis, serta pemerintah, agar dapat melestarikan dan mengembangkan kesenian ini sesuai dengan perkembangan zaman global dengan media tontonan dan hiburan yang makin bersaing. Semua itu dilakukan agar ludruk tidak punah diterjang modernisasi. Hal yang sama perlu pula dilakukan terhadap Pencak Dor. Diperlukan penggiat dan pelestari agar keberadaan seni budaya dalam Pencak Dor tetap lestari dengan baik.
KESIMPULAN
Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.Pencak Dor memiliki potensi untuk berkembang dalam industri olahraga. Hal ini karena masyarakat yang datang sebagai partisipan memiliki jumlah yang besar. 2.Upaya untuk mengembangan industri olahraga di Pencak Dor masih terkendala oleh kelembagaan yang belum dibentuk. Infrastruktur yang kurang sesuai juga memiliki pengaruh terhadap pengembangan industri olahraga ini. 3.Untuk lebih memperbesar jangkauan dalam pemasaran Pencak Dor, dapat digunakan media berupa video. Penyebaran iklan dapat menggunakan media sosial berupa facebook dan youtube. 4.Masyarakat sekitar menjadi pelaku utama dalam mengembangkan potensi ekonomi dari industri olahraga ini. Masyarakat harus bersinergi dengan pihak pengelola untuk mengembangkan potensi ekonomi dari Pencak Dor. 5.Diperlukan kontrol dari modernisasi dalam Pencak Dor untuk mencegah lunturnya budaya asli dalam Pencak Dor. Kontrol modernisasi dapat dilakukan oleh penggiat, pengelola, dan masyarakat yang aktif dalam Pencak Dor.
4. Kita Semua Mengetahui dan Merasakan Pasang Surutnya Dunia Olahraga Nasional, Memperhatikan Hal Tersebut, Bagaimana Pendapat Saudara, Tentang Pelayanan Organisasi-Organisasi Olahraga di Indonesia, Kepada Masyarakat, Jelaskan & Berikan Contohnya!
JAWABAN
Pemerintah sebenarnya sudah berusaha membangun fasilitas-fasilitas olahraga yang berpusat pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam olahraga. Dan Indonesia sebutulnya juga memiliki potensi yang baik dalam hal pengembangan industri olahraga, hanya saja kendala-kendala yang terjadi dan masalah-masalah intern yang ada di induk organisasi olahraga nasional membuat hal tersebut terhambat. Apalagi kita semua tahu bahwa banyak cabang olahraga yang masih dibiayai pemerintah pusat dan kurang menjalin kerjasama dengan pihak swasta.
Mahalnya Biaya Pelatihan
Salah satu bentuk dari pelayanan yang dapat diberikan oleh organisasi-organisasi olahraga adalah berupa produk jasa, contohnya diadakannya pelatihan untuk para pelatih, perangkat pertandingan dan insan olahraga secara umum di beberapa cabang olahraga. Sayangnya minat dan partisipasi yang maksimal belum tercapai. Saya memiliki pandangan bahwa hal tersebut disebabkan karena biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti pelatihan masih terbilang mahal. Faktor penyebab lain adalah tidak banyak organisasi yang mengadakan pelatihan secara rutin atau masalah informasi yang terbatas. Kalangan olahraga mungkin dengan mudah bisa mengakses informasi tersebut, tapi bagaimana dengan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dalam suatu cabang olahraga, mereka cukup sulit mendapatkan akses informasi tersebut. Hal tersebut tentunya membuat penurunan minat akan terjadi tanpa terelakkan.
5. Studi Kasus : Olahraga Tidak Akan Menjadi Besar Tanpa keterlibatan dan Adanya Peran Serta Masyarakat Khususnya Para Fans / Suporter, Bagaimana Pandangan Organisasi – Organisasi Olahraga Terhadap Mereka, Bila Anda Seorang Organisatoris Olahraga, Bagaimana Cara Anda Memandang, Mencermati, Memanfaatkan dan Mengelola Sumber Daya Masyarakat dan Para Fans / Suporter Tersebut, Sebagai Sebuah Potensi dan Peluang Untuk Membesarkan dan Mengembangkan Olahraga. Jelaskan & Berikan Contohnya!
JAWABAN
Berbicara tentang olahraga dan fans/suporter tidak jauh dengan satu cabang olahraga sebagai contoh olahraga dengan basis penggemar terbanyak di muka bumi yaitu sepakbola. Indonesia menjadi salah satu negara dengan suporter sepak bola terbesar di dunia yang dikenal dengan fanatismenya. Tak bisa dipungkiri, kecintaan masyarakat terhadap dunia sepakbola sangat tinggi. Jika ada pertandingan besar melawan tim rival, sudah dapat dipastikan stadion akan disesaki oleh para penggemar. Bahkan terkadang ada saja bus pemain yang terkena lemparan suporter akibat tensi tinggi yang tercipta dalam laga tersebut. Tidak hanya itu, pertarungan antar suporter di Indonesia menjadi sebuah “tradisi” turun-temurun yang terus dilestarikan karena menjadi hal yang prestisius.
Imbasnya, dari segi industri olahraga dapat meningkatkan keuangan klub dan itu baik dalam mempertahankan eksistensi klub yang mereka dukung. Fanatisme suporter yang selalu memenuhi stadion masih belum dengan cara membeli tiket masih belum mampu menutup beban pengeluaran tim yang memang sangat besar. Pemasukan dari sektor lain seperti merchandise dan sponsorship belum digarap dengan baik. Jumlah suporter yang besar dan tersebar di seluruh dunia merupakan potensi yang cukup besar apabila mampu dioptimalkan untuk turut serta dalam pembiayaan klub tidak hanya sebagai konsumen, namun suporter berperan sebagai mitra dalam pengelolaan klub. Dengan adanya keterlibatan suporter maka pengawasan terhadap pengelolaan klub akan meningkatkan kinerja manajemen menjadi lebih profesional dan sesuai dengan keinginan suporter.
Bukan hanya sepakbola, cabang seperti bulu tangkis, bola voli, dan bola basket mempunyai penonton fanatik, terbukti dengan penuhnya penonton saat event-event cabang olahraga tersebut berlangsung. Dengan begitu memanfaatkan atau memberdayakan masyarakat melalui industri olahraga menjadi peluang yang sangat nyata. Masyarakat bisa diberdayakan untuk membuat usaha kecil dengan menyediakan atau memproduksi pernak-pernik olahraga, membuka tempat makan untuk nonton bareng misalnya, ditambah lagi membuka penyewaan lapangan. Tentu masih banyak hal-hal lain yang dapat dilakukan, tentunya dengan memahami ilmu manajemen yang baik terutama dalam bidang olahraga.
Contoh
Seperti telah diuraikan di atas dalam industri sepakbola modern tidak lepas dari peran para fans atau suporter fanatiknya. Kini dengan adanya basis suporter yang berbadan hukum, maka sebuah kesebelasan berada dalam kepemilikan berbasis komunitas oleh suporter akan sangat menguntungkan. Dengan adanya keterlibatan suporter maka pengawasan terhadap pengelolaan klub akan meningkatkan kinerja manajemen menjadi lebih profesional dan sesuai dengan keinginan suporter.
Basis superter resmi klub saling terhubung di berbagai tempat baik lokal maupun manca negara. Tak ayal banyak event-event diadakan yang dapat membantu meningkatkan finansial club melalui merchendise dan lain-lain, bahkan sampai ada tour ke stadion klub kebanggaan. Dan jangan lupakan, sudah banyak suporter bola yang memiliki saham dari klub kebanggaannya di dalam negeri bisa ada Bali United. Hal tersebut membuktikan peran suporter yang sangat besar dalam perkembangan olahraga.
Nama : Deddy Kurniawan Saputra
NPM : 20198500094
Kelas : POR 5 Bintara
REFERENSI
Abdulgani, H. (2009). “Olahraga dan Citra Global Indonesia.” Kompas. (6 Agustus 2009). Hlm. 29.
Akadun. (2004). “Bisnis dan Manajemen Olahraga.” Suara Merdeka. (9 September 2004). Hlm. 7.
ANG. (2010). “Piala Dunia 2010 Sukses: Keuntungan Sponsor dan Jumlah Pemirsa Melonjak.” Kompas. (14 Juli 2010). Hlm. 31.
Jurnal Pembelajaran Olahraga http://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/pjk/index Volume 3 Nomor 2 Tahun 2017
Alberto Testa & Gary Armstrong, 2010, Football, Fascism and Fandom, A&C Black Publishe, London.
Chidir Ali, 2011, Badan Hukum, Alumni, Bandung.
Gabriel Kuhn, 2011, Soccer VS The State : Tackling Football and radical Politics, PM Press, Oakland.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar