Industri olahraga adalah salah satu industri yang saat ini tengah berkembang dengan cepat. Menurut The Business Research Company, industri ini telah mengalami perkembangan pesat dari tahun 2014 dan diperkirakan akan mencapai nilai USD 614 miliar pada tahun 2022. Karena itu, prospek kerja di industri ini cukup menjanjikan jika kita telusuri lebih lanjut.
Olahraga merupakan suatu fenomena yang mendunia dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bahkan melalui olahraga dapat dilakukan national character building suatu bangsa, sehingga olahraga menjadi sarana strategis untuk membangun kepercayaan diri, identitas bangsa, dan kebanggaan nasional. Berbagai kemajuan pembangunan di bidang keolahragaan yang bermuara pada meningkatnya budaya dan prestasi olahraga. Melalui pembinaan olahraga yang sistematis, kualitas sumber daya manusia dapat diarahkan pada peningkatan pengendalian diri, tanggung jawab, disiplin, sportivitas yang pada akhirnya dapat memperoleh prestasi olahraga yang dapat membangkitkan kebanggaan nasional. Oleh sebab itu, pembangunan olahraga perlu mendapatkan perhatian yang lebih proporsional melalui pembinaan, manajemen, perencanaan dan pelaksanaan yang sistematis dalam pembangunan nasional.
Pentingnya sebuah manajemen diterapkan di dalam sebuah organisasi, karena pada dasarnya kemampuan manusia itu terbatas (fisik, pengetahuan, waktu, dan perhatian) sedangkan kebutuhannya tidak terbatas. Usaha untuk memenuhi kebutuhan dan terbatasnya kemampuan dalam melakukan pekerjaan mendorong manusia membagi pekerjaan, tugas dan tanggung jawab. Dengan adanya pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab ini maka pekerjaan yang berat dan sulit akan dapat diselesaikan dengan baik serta tujuan dapat tercapai.
Sebagai seorang guru PJOK, saya juga perlu memahami dan menguasai ilmu manajemen salah satunya adalah manajemen pendidikan jasmani dan olahraga, dimana tujuan Manajemen pendidikan jasmani dan olahraga, yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mempelajari berbagai kegiatan yang membina sekaligus mengembangkan potensi anak, baik dalam aspek fisik, mental, sosial, emosional dan moral yang dalam proses kegiatannya terdapat perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian/pengawasan secara sistematis, efesien dan efektif.
Terkait dengan hal tersebut di atas, mata kuliah Manajemen Olahraga menjadi modal penting untuk membuka cakrawala dan pengetahuan manajemen dilihat dari sisi olahraga. Dan pada tulisan kali ini saya sebagai mahasiswa Program Studi Olahraga akan mencoba mengangkat atau menjawab beberapa pertanyaan seputar mata kuliah Manajemen Olahraga sebagai bagian dari tugas UTS mahasiswa Program Studi Olahraga Semester V STKIP Kusuma Negara yang diampu oleh bapak EKO YULIANTO, ST, MSD, MM. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut :
- Jelaskan Mengapa Olahraga Membutuhkan Manajemen, Jelaskan & Berikan Contohnya!
- Bagaimana Pemahaman Anda Sebagai Insan Olahraga Tentang Industri Olahraga, Berikan Pendapat & Berikan Contohnya Pada Olahraga Profesional!
- Kita Mengetahui Industri Olahraga Moderen Seperti Sepak Bola, Badminton / Bulu Tangkis, Karate, Takwondo, Pencak Silat, Bagaimana Potensi Olahraga Tradisional Saat Ini, Agar Memiliki Nilai Jual Dan Peluang Menjadi Industri Olahraga, Jelaskan & Berikan Contohnya!
- Kita Semua Mengetahui dan Merasakan Pasang Surutnya Dunia Olahraga Nasional, Memperhatikan Hal Tersebut, Bagaimana Pendapat Saudara..., Tentang Pelayanan Organisasi - Organisasi Olahraga di Indonesia, Kepada Masyarakat, Jelaskan & Berikan Contohnya!
- Studi Kasus : Olahraga Tidak Akan Menjadi Besar Tanpa keterlibatan dan Adanya Peran Serta Masyarakat Khususnya Para Fans / Suporter, Bagaimana Pandangan Organisasi – Organisasi Olahraga Terhadap Mereka, Bila Anda Seorang Organisatoris Olahraga, Bagaimana Cara Anda Memandang, Mencermati, Memanfaatkan dan Mengelola Sumber Daya Masyarakat dan Para Fans / Suporter Tersebut, Sebagai Sebuah Potensi dan Peluang Untuk Membesarkan dan Mengembangkan Olahraga. Jelaskan & Berikan Contohnya !
Sebelum masuk kepada jawaban dari pertanyaan-pertanyan tersebut, ada baiknya pada bagian 1 ini kita mengulang kembali tentang ruang lingkup dan konsep-konsep manajemen olahraga diantaranya Pengertian manajamen olahraga, Latar belakang manajemen olahraga, Tujuan manajamen olahraga, dan Manfaat dari manajemen olahraga yang nantinya dapat dijadikan landasan dalam mengemukakan jawaban dari persoalan di atas.
RUANG LINGKUP MANAJEMEN OLAHRAGA
DEFINISI MANAJEMEN OLAHRAGA
Dalam sejarahnya, akar kata manajemen mungkin berasal dari Italia (1561) “Maneggiare” yang berarti “mengendalikan” yang terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti “tangan”. Kata mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang bera "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris ya berarti seni mengendalikan kuda). Sebagian ahli manajemen juga merujuk istilah manajemen ini dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Namun, sebagian yang lain menganggap bahwa bahasa Prancis tentang manajemen tersebut mengadopsinya dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur dan diambil dari bahasa Italia. Dari sinilah, istilah manajemen kemudian diacukan pada kata "to manage" dalam bahasa Inggris yang berarti mengatu mengurus atau mengelola.
Manajemen didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain (Sondang P. Siagian). Menurut T. Hani Handoko (2003: 8) Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya, agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Manajemen itu, tidak lain adalah proses kelangsungan fungsi yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan (leading) dan evaluasi (Husdarta, 2011: 37).
Manajemen olahraga pada dasarnya merupakan perpaduan antara ilmu manajemen dengan ilmu olahraga, sehingga seseorang yang telah lulus dari Sekolah Tinggi dan Ilmu Administrasi atau dari Lembaga Ilmu Manajemen Bisnis tidak otomatis menguasai atau dapat menerapkan manajemen olahraga. Jadi, seseorang apabila ingin menerapkan manajemen olahraga dengan baik dan benar harus menguasai kedua bidang disiplin ilmu manajemen dan ilmu olahraga (Harsuki, 2012: 2).
Menurut Janet B. Park (2011: 7) Sport management is the study and practice of all people, activities, businesses, or organizations invloved in producing, facilitating, promoting, or organizing any sport related business or product. Manajemen olahraga adalah studi dan praktek dari semua orang, kegiatan, bisnis, atau organisasi dalam memproduksi, memfasilitasi, mempromosikan, atau mengorganisir bisnis olahraga terkait atau produk. Manajer adalah salah satu orang yang utama dalam organisasi olahraga karena mampu merencanakan, mengambil keputusan, melakukan koordinasi serta memotivasi produktivitas karyawan dan hubungan antar pengurus, memahami dan mengerti fungsi-fungsi manajemen. Menurut Harsuki (2012: 2) manajemen olahraga adalah disiplin ilmu manajemen yang telah bertautan dengan disiplin ilmu olahraga membentuk interdisiplin baru.
Dapat disimpulkan bahwa Manajeman olahraga adalah sebagai suatu kombinasi keterampilan yang berhubungan dengan perencanan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, penganggaran, dan evaluasi dalam konteks suatu organisasi yang memiliki produk utama yang berkaitan dengan olahraga.
KONSEP DASAR MANAJEMEN
Manajemen sebagai ilmu, Suatu ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Manajemen sebagai seni, Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal.
Manajemen sebagai profesi, Manajemen sebagai profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan sebagai pemimpin atau manajer pada suatu organisasi/suatu perusahaan tertentu.
Manajemen sebagai proses, Manajemen adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dimana dalam masing-masing bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan dan keahlian serta diikuti secara berurutan dan tujuan yang telah ditetapkan.
TUJUAN MANAJEMEN
Dalam segala bidang memerlukan suatu manajemen yang baik untuk efektivitas dan efisiensi di suatu organisasi. Menurut Daft (2010: 335) menyatakan bahwa manajemen yang baik diperlukan untuk membantu organisasi memenuhi organisasi ke masa depan. Seberapa baik sebuah organisasi seperti sekolah, perguruan tinggi, klub kebugaran, pembinaan dalam mencapai tujuan tergantung pada manajemen yang dikelola. Oleh karena itu, penting untuk memahami manajemen untuk mencapai tujuan sehingga manajemen dibutuhkan dan diperlukan oleh semua bentuk organisasi.
Manajemen memberikan pemahaman dan apresiasi terhadap prinsip-prinsip dasar dari suatu bidang ilmu. Metode, teknik, strategi, sebuah prosedur yang digunakan oleh manajer dapat dievaluasi lebih akurat dan objektif oleh anggota staf jika ingin memiliki sebuah pemahaman manajerial. Selain itu, manajemen yang baik akan lebih dihargai dan pelaksanaan tidak akurat lebih mudah dikenali.
Mempelajari manajemen akan membantu seseorang memutuskan apakah akan memilih bidang yang diinginkan. Peningkatan pemahaman dan apresiasi dari proses manajemen yang akan membantu individu mengevaluasi dan potensi di lapangan. Sebagian pelatih akan melakukan beberapa jenis pekerjaan tentang manajemen (Krotee and Bucher, 2007: 6). Memahami manajemen akan memberikan kontribusi yang lebih baik untuk penampilan. Manajemen tidak terbatas pada satu kelompok individu.
Pemahaman manajemen akan membantu dalam melaksanakan tugas secara efektif dan efisien, tidak hanya di perusahaan bisnis tetapi semua bentuk organisasi seperti rumah sakit, sekolah, klub-klub olahraga, memerlukan manajemen untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Tujuan dan sasaran dalam manajemen diciptakan dan ide-ide untuk di implementasikan dikembangkan dengan suatu perencanaan dan tindakan yang kooperatif.
Tujuan mendasar dari manajemen adalah untuk melanjutkan apa yang telah terbukti berhasil daripada meng- hilangkan yang lama dan mencoba jalan baru dan belum pernah dicoba (Krotee and Bucher, 2007: 6).
Secara umum tujuan manajemen olahraga adalah untuk dapat mendeskripsikan tentang bagaimana peran dan perilaku sebuah organisasi dalam sebuah manajemen, terutama manajemen olahraga.
FUNGSI MANAJEMEN
In sports managers can act both as leaders of sports organizations, achieving top management and as head of various departments or teams. They are included in the second echelon of management (middle management), for which the management is more important (Mihaela, Veronica and Dana, 2014: 270). Manajer dalam olahraga dapat bertindak baik sebagai pemimpin organisasi olahraga, mencapai manajemen puncak dan sebagai pemimpin dalam suatu tim. Managers are the part of personnel structure included in some function of management (Acimovic, dkk, 2013: 251). Manajer adalah bagian dari struktur personalia yang melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yaitu fungsi-fungsi manajemen.
Menurut Sentot Imam (2008: 7-8) ada empat fungsi-fungsi manajemen terdiri atas planning, organizing, actuating, dan controlling. Fungsi manajemen akan dijelaskan yaitu sebagai berikut:
Merencanakan (Planning)
Merencanakan (planning), mengandung arti bahwa manajer lebih dahulu memikirkan dengan saksama sasaran dan tindakan berdasarkan pada beberapa metode, rencana, atau logika dan bukan berdasarkan perasaan.
Mengorganisasi (Organizing)
Mengorganisasi atau (organizing) adalah proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan, wewenang, dan sumber daya ke jumlah anggota organisasi, sehingga dapat mencapai sasaran organisasi.
Memimpin (Actuating, Leading)
Memimpin (actuating, leading) itu meliputi mengarahkan, memengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas yang penting. Para manajer memimpin untuk membujuk orang lain supaya mau bergabung dalam rangka mengejar masa depan yang muncul dari langkah planning dan organizing. Fungsi leading, merupakan fungsi paling kritis (paling menentukan keberhasilan) dari keseluruhan fungsi manajemen.
Mengendalikan (Controlling)
Mengendalikan (controlling) adalah proses kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas yang terjadi sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Dengan demikian yang menjadi obyek dari kegiatan pengawasan adalah mengenai kesalahan, penyimpangan, cacat dan hal-hal yang bersifat negatif seperti adanya kecurangan, pelanggaran dan korupsi (Sentot Harman, 2000: 46).
FUNGSI MANAJEMEN OLAHRAGA
Fungsi manajemen merupakan rangkaian berbagai kegiatan yang telah ditetapkan dan memiliki hubungan dan saling ketergantungan satu sama lain dan dilaksanakan oleh masing-masing orang, lembaga atau bagian-bagiannya yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut. Fungsi manajemen dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu yang pertama fungsi organik di mana fungsi ini harus ada dan jika tidak dijalankan maka menyebabkan ambruknya manajemen. Kedua, fungsi anorganik yaitu fungsi penunjang di mana jika tersedia, maka manajemen akan lebih nyaman dan efektif. Misalnya fasilitas penunjang untuk berolahraga, hal ini menjadikan nyaman untuk berolahraga (Harsuki 2012: 77).
Berdasarkan beberapa definisi manajemen yang telah diuraikan di atas, agar lebih jelas tentang proses manajemen, maka akan dipaparkan tentang fungsi pokok manajemen, yaitu: perencanaan (planning), penggorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengawasan (controlling).
Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang berkaitan dengan penentuan rencana yang akan membantu tercapainya sasaran yang telah ditentukan. Perencanaan merupakan awal dalam melakukan proses manajemen. Perencanaan yang baik akan memperoleh hasil yang lebih optimal. Menurut Sondang P. Siagian (2007: 36) perencanaan adalah usaha sadar dan pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah di tentukan.
Penggorganisasian (organizing)
Penggorganisasian merupakan salah satu fungsi manajemen yang berkaitan dengan struktur organisasi dan proses pengorganisasian. Menurut Nanang Fatah (2009: 71) pengorganisasian adalah proses pembagian kerja ke dalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesuai dengan kemampuannya, dan mengalokasikan sumber daya serta, mengoordinasikannya dalam rangka efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Menurut Hani Handoko (2000: 168) penggorganisasian merupakan proses untuk merancang struk- tural formal, mengelompokan dan mengatur serta membagi tugas-tugas diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
Pengarahan (directing)
Menurut G.R. Terry (2010 : 181) pengarahan dalam istilah asing directing adalah mengintegrasikan usaha-usaha anggota suatu kelompok sedemikian, sehingga dengan selesainya tugas-tugas yang diserahkan kepada individual maupun kelompok. Menurut Sukanto Reksohadiprodjo (2000: 49) pengarahan adalah merupakan usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu agar semuanya dapat dilakukan, dalam memberikan pengarahan, agar dihasilkan sesuatu yang diharapkan, perlu dikeluarkan, perintahperintah secara baik; perintah-perintah tersebut harus ada follow upnya; pengarahan itu harus sederhana dan dijelaskan mengapa agar diperoleh saling pengertian; dan akhirnya digunakan pengarahan yang sifatnya konsultatif.
Pengawasan (controlling)
Sistem pengawasan harus terdapat alat ukur yang dapat mengidentifikasi kejadian yang baru dalam proses pengawasan. Kegiatan pengawasan dapat menjadi tolak ukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai. Pengawasan perlu dilakukan pada setiap tahap dalam manajemen. Menurut Manulang (2006: 173) pengawasan adalah suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semua.
MANFAAT MANAJEMEN OLAHRAGA
Arti Pentingnya Manajemen, Ilmu manajemen tidak hanya dimonopoli oleh dunia industri atau perusahaan-perusahaan, tetapi semua kegiatan yang berhubungan dengan kelompok-kelompok manusia pasti menggunakan manajemen. Oleh karena itu kuliah manajemen hampir diberikan kepada seluruh jurusan di Universitas maupun di IKIP & STKIP, tidak ketinggalan juga pada mahasiswa jurusan Pendidikan olahraga.
Mengapa setiap Fakultas / Jurusan / Prodi perlu diberikan kuliah manajemen. Jawaban terhadap pertanyaan ini seperti diungkapkan oleh Nitisemito (1989:14) misalnya, seorang dokter yang harus memimpin sebuah rumah sakit, seorang hakim yang mengepalai sebuah pengadilan, seorang ahli farmasi yang harus memimpin sebuah pabrik obat dan sebagainya, semua memerlukan manajemen.
Pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga tidak jarang di masyarakat nanti akan menjadi kepala sekolah, Kapala bagian, kepala Biro, menjadi pemimpin sebuah klub atau perkumpulan olahraga, manajer perkumpulan olahraga, ketua panitia pertandingan/kompetisi, dan lain sebagainya. Semua itu jika ingin berhasil dalam memimpinnya harus menggunakan manajemen yang baik.
Selain itu manajemen olahraga yang terpenting adalah untuk mengemban tugas-tugas guru penjas. Tousignant dan Siedentop (1982) dalam Rusli, dkk. (2002) mengklasifikasikan kegiatan yang dilakasanakan oleh guru olahraga menjadi :
- Tugas manajerial, mencakup pengecekan kehadiran dan kelengkapan pakaian.
- Tugas instruksional yang difokuskan pada fase transisi, mencakup pengorganisasian kelompok, dan penempatan serta pengaturan perlengkapan.
REFERENSI
- Ade Ibrahim Andrawijaya. (1986). Perilaku Organisasi. Bandung: Sinar Baru.
- Agus Kristiyanto. (2012). Pembangunan Olahraga. Surakarta: Yuma Pustaka.
- Amirullah dan Haris Budiyono. (2004) Pengantar manajemn.Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004.
- Bucher, Charles A.,and Krote, march L. (2002). Manajemen and Physical Education and Sport. New York: McGraw-Hill, Byrne, J.A., (2002) After Enron:The ideal Corporation Busines Week.
- David K. (1960). The Process Communication. New York: Holt Rinehart & Winston.
- https://ekonominator.blogspot.com/2021/09/manajemen-olahraga-konsep-manajemen.html
- Lilis Sulastri, Lilis (2012) Manajemen sebuah Pengantar. cetakan 1 . LGM - LaGood’s Publishing, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. ISBN 978-602-18063-4-0
- http://sportmulyana.blogspot.com/2018/10/manajemen-fasilitas-olahraga.html
- http://eprints.upgris.ac.id/96/1/Upaya%20Meningkatkan%20Industri%20Olahraga%20-%20Danang%20Aji%20Setyawan.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar